Sebagai seseorang yang baru lulus SMA pada tahun 2008, dan kini berkuliah di sebuah institut, tentunya dunia pendidikan masih melekat erat pada diri saya. Untuk itu saya akan menuliskan sedikit mengenai pandangan saya terhadap pendidikan di Indonesia.
Pendidikan adalah basis dari perkembangan sebuah negara. Namun ia tidak akan langsung memberikan manfaat untuk negara dalam waktu yang cepat, sebab ia seperti sebuah “investasi” jangka panjang. Mengingat ini, tentunya kita harus segera sadar, bahwa pendidikan itu sangat penting. Sebuah negara tentu akan lebih mudah untuk maju apabila sebagian besar dari masyarakatnya telah mengenyam tingkat pendidikan yang cukup (minimal hingga SMA).
Untuk negara kita yang saat ini sedang tidak mengutamakan pendidikan (fokus negara saat ini cenderung berpusat kepada Pilpres yang akan diadakan di seluruh Indonesia pada tanggal 8 Juli 2009), dan mengingat bahwa tingkat ekonomi mayoritas masyarakat Indonesia berada pada tingkat menengah ke bawah, saya berpendapat bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pendidikan “ideal” di Indonesia.
Salah satu syarat pendidikan ideal di Indonesia adalah pendidikan yang gratis hingga jenjang SMA. Bila kita perhatikan, salah satu alasan (bila bukan alasan utama) yang menjadi kendala pendidikan di Indonesia adalah permasalahan biaya. Himpitan ekonomi telah merenggut kesempatan sebagian dari kita untuk mengenyam pendidikan dan menjadi manusia yang terdidik. Menurut saya sebaiknya anggaran negara di“korban”kan untuk menggratiskan pendidikan. Bagaimanapun juga dengan terdidiknya sebagian besar masyarakat Indonesia maka dengan sendirinya kemajuan bangsa dan negara akan mengikuti.
Syarat kedua untuk mencapai pendidikan ideal di Indonesia adalah penetapan syarat-syarat kelulusan yang sesuai dengan tingkat pendidikan di sekolah tersebut. Bagaimanapun juga penetapan standar 5.25 untuk Ujian Akhir Nasional (UAN) lebih mudah untuk kota besar seperti Jakarta dibandingkan bila kita menerapkan standar tersebut di kota yang kecil. Hal ini disebabkan oleh akses pendidikan dan kesadaran pendidikan di kota besar lebih diprioritaskan bila dibandingkan dengan kota yang lebih kecil. Namun Indonesia adalah negara berkembang, bila pendidikan dimajukan tentu akses dan kesadaran pendidikan di kota kecil akan diprioritaskan seperti di kota besar.
Menurut saya, syarat terakhir adalah penetapan syarat kelulusan dan alternatif yang sesuai. Sebaiknya efektivitas UAN sebagai syarat kelulusan seorang siswa dikaji ulang. Saya berpendapat bahwa tidak adil apabila kita menghakimi kelulusan seorang siswa hanya dalam 3 ujian dalam 3 hari (sekarang 6 ujian dalam 5/6 hari). Kelulusan seorang murid sebaiknya tidak dilihat dari sisi akademis saja, namun dalam cakupan yang lebih luas, bagaimana murid tersebut telah berkembang dan beraktivitas/berprestasi selama di SMA. Karena ini, sebaiknya guru-guru yang telah mengajari murid tersebut yang paling pantas menentukan lulus tidaknya dia. Namun ini hanyalah sebagai sebuah saran saja, saya sendiri belum dapat memikirkan “format” penilaian yang dapat mencakup hal-hal di atas.
Dan tidak adil bila anak yang tidak lulus standar umum yang diterapkan sekolah (misal tidak lulus UAN) digagalkan begitu saja. Sebaiknya Paket C yang diadakan untuk anak-anak yang tidak lulus UAN ato mengenyam pendidikan melalui homeschooling dapat diterima untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tertentu (bukan rahasia bahwa perguruan tinggi teratas di Indonesia tidak menerima calon mahasiswa yang mendapat ijazah melalui Paket C).
Bila kita perhatikan, sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih belum mendekati apa yang saya syaratkan sebagai sebuah sistem pendidikan yang “ïdeal”. Masalah pelaksanaan UAN dan UAN sebagai syarat kelulusan masih menjadi sebuah masalah yang membutuhkan pemecahan segera, dan sekolah-sekolah yang seharusnya “gratis” masih mengambil pungutan dari murid-muridnya melalui berbagai macam metode yang seharusnya tidak diperbolehkan. Namun pendidikan adalah masalah yang kita hadapi bersama, daripada saling tunjuk untuk mencari kambing hitam belum idealnya pelaksanaan pendidikan di Indonesia, sebaiknya kita semua bekerjasama untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
By : Sartika

Posting Komentar
Silahkan beri komentar!!!!