Selamat Datang di Blog Bajang Belog | Baca, Fikir, Kerja

Lambang Aritmatika Dasar Matematika

Kamis, 09 Juni 20110 komentar

    Matematika lebih cenderung kesebuah bahasa daripada masuk kedalam ilmu pegetahuan, bahasa ini sangat khas sehingga mudah di pahami oleh mahluk yang diciptakan sempurna seperti kita ini. Coba kita cermati bahwa manusia sejak lahir diberikan 1 triliun jumnlah sel otak itu pun sebelum manusia bisa berfikir sebelum beranjak anak-anak, remaja, dewasa, tua dan pada akhirnya mati. betapa pun berbedanya organ indra maupun pencerapannya. Tata bahasanya—penggunaannya yang tepat—ditentukan oleh aturan logika. Kosa katanya terdiri dari lambang seperti: angka untuk menyatakan bilangan, huruf untuk menyatakan bilangan.

Pada postingan pertama saya telah memberikan beberapa penemu-penemu lambang-lambang matematika, nah pada postingan kali ini saya akan memberikan penjelasan sedikit tentang penemu lambang aritmatika beserta lambang pertamanya pada zaman dahunya. Sejak zaman Babilonia kuno, para ahli matematika menghemat waktu dan tenaga dengan mengganti kata dengan lambang. Beberapa di antara cara penulisan singkat itu adalah angka dan tanda sederhana +, -, x, dan ÷ yang menunjukkan langkah aritmetika dasar, yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.berikut lambang kuno untuk aritmatika dasar tersebut diatas.
1.Penambahan
Ahli hitung Renaissance, Tartaglia, mempergunakan huruf pertama piu dari bahasa Italia (plus) untuk menunjukkan penambahan. Tanda + kita barangkali merupakan bentuk penyingkatan (e)t (dan) dari bahasa Latin.


2.Pengurangan 
Tanda minus ini pada zaman Yunani ditampilkan oleh Diofantus. Lambang pengurangan yang kita pakai sekarang ini boleh jadi berasal dari garis yang digunakan untuk menandai perbedaan-perbedaan berat produ
 







3.Perkalian
Tanda x yang didasarkan pada Salib Santo Andreas, dikenal ketika lambang di atas digunakan Leibniz di Jerman pada abad ke-17. Akan tetapi menurut dia x itu terlalu mirip x untuk bilangan anu dalam aljabar







4.Pembagian
Di Perancis, pada abad ke-18, Y.E. Gallimard menggunakan huruf D terbalik untuk pembagian. Tanda yang kita pakai boleh jadi berasal dari garis pembagi sederhana yang ditambah dengan titik di atas dan di bawahnya.
Share this article :

Posting Komentar

Silahkan beri komentar!!!!

Berita Terbaru

Yas Arman Al-Yho. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Home | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. BAJANG BELOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger