Selamat Datang di Blog Bajang Belog | Baca, Fikir, Kerja

Metode Pendekatan Ekspositori Pada Mata Pelajaran Matematika (KTI)

Senin, 04 Juli 20110 komentar

Pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan betujuan untuk membangun manusia seutuhnya. Ini berarti bahwa pembangunan mempunyai jangkauan yang luas dan jauh. Berhasil tidaknya pembangunan maka factor sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting. Oleh karena itu, diperlukan manusia yang berjiwa pemikir, kreatif, mau bekerja keras dan memiliki pengetahuan serta mempunyai sikap positif terhadap etos kerja. 


Pembangunan nasional ini  tidak bisa dilepaskan dari peranan pendidikan yang disini sebagai produsen manusia yang memiliki kualitas dan kuantitas tinggi guna menempuh persaingan didunia kerja. Peningkatan kualitas pembelajaran merupakan salah satu pilar atau jargon pada sekarang ini yang bertujuan meningkatnya mutu pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan adalah bagian terpadu dari upaya peningkatan kualitas manusia, baik aspek kemampuan (skill), kepribadian maupun tanggung jawab sebagai warga negara yang berfikir atas kemajuan di masa depan baik untuk negara maupun diri sendiri. Marsigit menyatakan ahli-ahli kependidikan telah menyadari bahwa mutu pendidikan sangat tergantung kepada kualitas guru dan praktek pembelajarannya, sehingga peningkatan kualitas pembelajaran merupakan inti mendasar bagi peningkatan mutu pendidikan secara nasional (Sutama,2000:1). Inti pokok dari pembelajaran adalah siswa yang belajar. Belajar dalam arti perubahan dan peningkatan kemampuan afektif, kognitif dan psikomotorik apabila diikuti oleh proses pembelajaran yang baik. Namun kenyataannya menyelaraskan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tidaklah mudah, karena dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah sering dijumpai beberapa masalah.
Lingkungan sekolah adalah yang menjadi pendidikan yang kedua atau juga disebut dengan pendidikan formal. Pendidikan formal adalah pendidikan yang didapat seseorang dari jenjang sekolah dasar sampai SLTP. Selain itu dapat melanjutkannya kejenjang yang lebih tinggi yaitu SLTA dan perguruan tinggi . Proses pendidikan ini berlangsung beberapa tahun yang di batasi, karena yang berperan dalam hal ini adalah kurikulum yang terdapat di sekolah. Salah satu masalah pada ralita dalam lingkungan pendidikan formal terletak pada pembelajaran di sekolah yang menyebabkan prestasi belajar siswa menjadi rendah maupun tinggi tidak terlepas dari metode atau cara belajar (pembelajaran). Hal ini dapat diketahui dari data UNESCO menunjukkan, peringkat matematika Indonesia berada di deretan 34 dari 38 negara. Sejauh ini, Indonesia masih belum mampu lepas dari deretan penghuni papan bawah. Hasil penelitian tim Programme of International Student Assessment (PISA) menunjukkan, Indonesia menempati peringkat ke -9 dari 41 negara pada kategori literature matematika.

Permasalahan yang sering terjadi adalah tentang gaya mengajar guru. Gaya mengajar yang ditunjukkan guru matematika terlihat belum memanfaatkan kemampuanya secara optimum. Guru matematika saat ini cenderung kurang bervariasi dalam mengajar, latihan yang diberikan kepada siswa kurang bermakna dan umpan balik serta korelasi dari guru jarang diterapkan. Padahal guru merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam peningkatan prestasi belajar siswa bahkan guru merupakan pusat aktivitas di kelas. Guru bertanggung jawab untuk mengatur, mengelola dan mengorganisir kelas. Oleh karena itu, keberhasilan siswa di kelas yang paling berpengaruh dan dominan adalah guru (Sutama, 2000:3) . Silahkan download file ini disini 
By : Yas Arman Al-Yho

Share this article :

Posting Komentar

Silahkan beri komentar!!!!

Berita Terbaru

Yas Arman Al-Yho. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Support : Home | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. BAJANG BELOG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger