Kemarin
saya telah membahas masalah paradigma dalam pembelajaran matematika, sekarang
saya akan membahas masalah pembelajaran matemtika sebagai pola pikir
konstruktivis. Kita ketahui bahwa dengan adanya Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) yang di pakai dalam sistem pendidikan nasional yang harus
mampu memberikan siswa untuk mengembangkan potensinya melalui para tenaga
pendidik yakni guru. Kita ketahui bahwa kurikulum ini memberikan wewenang penuh
pada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan pendidikan sesuai kebutuhan
siswa.
Hari ini
dunia pendidikan kita ketahui bahwa sulit untuk menerapkan hal ini karena
banyak faktor yang hari ini jadi penghambat. Kita ketahui bahwa pengetahuan
akan tersusun atau terbangun di dalam pikiran siswa sendiri ketika para siswa
berupaya untuk mengorganisasikan pengalaman barunya berdasar pada kerangka
kognitif yang sudah ada dalam pikirannya, dengan demikian, pengetahuan tidak
dapat dipindahkan dengan begitu saja dari otak seorangguru ke otak siswanya.
Setiap siswa harus membangun pengetahuan itu di dalam otaknya sendiri-sendiri.
Ini yang
sampai hariini belum bisa diterapkan di dunia pendidikan terlebih-lebih pada
matematika yang memiliki kesulitan tingkat tinggi klaim para siswa. Matematika
hadir menjadi pelajaran menakutkan bagi mereka karena mereka menganggap tingkat
kesulitannya melambung tinggi yang belum sampai otak mereka untuk menerimanya.
Hari ini para pendidik lebih khusus guru matematika memiliki pekerjaan penting
untuk mengkonstruksi pendidikan matematika menjadi pelajaran yang menyenangkan
di mata para siswa.
Dari
statmen di atas memang tidak seinstan yang kita bayangkan, sebagaimana sudah
dinyatakan bahwa tidak setiap pengetahuan dapat di pindahkan dengan mudahdari
otak guru ke otak siswa, hanya dengan usaha yang tidak henti-hentinya tanpa
mengenal lelah dari siswa sendirilah suatu pengetahuan dapat dibangun dan di
organisasikan ke dalam kerangka kognitifsi siswa tadi. Pengetahuan akan
tersusun atau terbangun didalam pikiran siswa ketika ia berusaha untuk
mengorgasisasikan pengalaman barunya berdasar pada pengetahuan yang sudah
dimilikinya. Oleh karena itu suatu pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari
otak seorang guru denngan begitu saja ke dalam otak siswa. Untuk itu, para
siswa harus termotivasi untuk mau belajar dengan sungguh-sungguh. Di samping
itu, kesalahan yan gsering dilakukan para siswa harus diperbaiki sejak dini
karena tindakan pencegahan akan jauh lebih berhasil daripada tindakan
penyembuhan. Sebagai tambahan, proses pembelajaran harus dimulai dari
pengetahuan yang sudah ada di dalam pikiran siswa (sudah ada kerangka
kognitifnya) ataupun mudah ditangkap siswa (sudah dibangun kerangka
kognitifnya).

.jpg)
+ komentar + 4 komentar
cara membangun konstruktivis itu sendiri bagaimana mas ?
soalnya saya belum tau pola konstruktivis itu sendiri dalam matematika
selamat malam..
saya juga setuju dengan komen di atas..
selamat malam..
saya setuju dengan coment di atas..
pertanyaan saya udah keduluan atas saya :D
kunjung balik http://elind-education.blogspot.com/
Posting Komentar
Silahkan beri komentar!!!!