Kalorimeter
Kalorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia.
Tipe kalorimeter
Kalorimeter bom
Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung
Baca Selengkapnya....beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung.
Contoh kalorimeter bom adalah kalorimeter makanan.
Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanankarbohidrat, protein, atau lemak.
Kalorimeter larutan
Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalorreaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran. yang terlibat pada
Bentuk kalorimeter
- Beker aluminium dan gelas plastik jenis polistirin (busa) dapat digunakan sebagai kalorimeter sederhana dengan termometer sebagai pengaduk. Keuntungan menggunakan gelas plastik sebagai kalorimeter adalah murah harganya dan setelah dipakai dapat dibuang.
- Kalorimeter yang biasa digunakan di laboratorium fisika sekolah berbentuk bejana biasanya silinder dan terbuat dari logam misalnya tembaga atau aluminium dengan ukuran 75 mm x 50 mm (garis tengah). Bejana ini dilengkapi dengan alat pengaduk dan diletakkan di dalam bejana yang lebih besar yang disebut mantel/jaket. Mantel/jaket tersebut berguna untuk mengurangi hilangnya kalor karena konveksi dan konduksi.
Lensa
Kanta atau sering disebut lensa adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya, biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan jenis lain dari radiasi elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah lensa gelombang mikro dapat dibuat dari "paraffin wax".
Kanta paling awal tercatat di Yunani Kuno, dengan sandiwara Aristophanes The Clouds (424 SM) menyebutkan sebuah gelas-pembakar (sebuah kanta cembung digunakan untuk memfokuskan cahaya matahari untuk menciptakan api).
Tulisan Pliny the Elder (23-79) juga menunjukan bahwa gelas-pembakar juga dikenal Kekaisaran Roma, dan disebut juga apa yang kemungkinan adalah sebuah penggunaan pertama dari kanta pembetul: Nero juga diketahui menonton gladiator melalui sebuah emerald berbentuk cekung (kemungkinan untuk memperbaiki myopia).Seneca the Younger (3 SM - 65) menjelaskan efek pembesaran dari sebuah gelas bulat yang diisi oleh air. Matematikawan muslim berkebangsaan Arab Alhazen (Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham), (965-1038) menulis teori optikal pertama dan utama yang menjelaskan bahwa lensa di mata manusia membentuk sebuah gambar di retina. Penyebaran penggunaan lensa tidak terjadi sampai penemuan kaca mata, mungkin di Italia pada 1280-an.
Konstruksi kanta
Konstruksi kanta yang paling umum adalah kanta speris (en:spherical lens), yaitu kanta dengan bidang antarmuka yang melengkung speris (en:spherical curvature), yaitu kelengkungan bidang permukaan bola dengan radius speris (en:radius of curvature) tertentu. Notasi radius yang digunakan adalah R, akan bernilai positif saat antarmuka melengkung keluar menjauhi titik pusat kanta dan disebut antarmuka cembung (en:convex). Notasi negatif akan digunakan untuk antarmuka cekung (en:concave) yang melengkung ke dalam mendekati titik pusat kanta.
[sunting] Kanta sederhana
Kanta sederhana (en:simple lens, singlet lens) atau sering disebut kanta saja adalah sebuah kanta tunggal speris.
Kanta sederhana dibedakan berdasarkan kelengkungan kedua bidang antarmukanya. Sebuah kanta cembung (en:biconvex lens) mempunyai dua bidang antarmuka yang cembung, kanta dengan dua bidang cekung disebut kanta cekung (en:biconcave lens). Jika salah satu bidang antarmuka datar (mempunyai radius yang tak berhingga), maka kanta tersebut disebut kanta plano cembung atau kanta plano cekung. Kanta cembung cekung mempunyai satu bidang antarmuka cekung dan satu bidang antarmuka cembung, juga sering disebut kanta meniskus (en:meniscus lens).
Kanta sederhana sangat rentan terhadap aberasi kromatik dan aberasi optis lainnya.
Kanta cembung
Pada kanta cembung, sinar yang merambat melalui kedua antarmuka akan dibiaskan (terfokus) menuju ke satu titik pada sumbu optis kanta, yang disebut jarak fokus (en:focal length). Kanta cembung dalam bahasa Inggris juga disebut positive lens atau converging lens. Kanta cembung membentuk focal point pada sisi berlawanan dengan persamaan lens maker:
di mana:
- S2 adalah jarak citra dan sesuai konvensi, bernilai negatif pada sisi yang sama dengan subyek[1]
- The focal length f adalah 'rentang focal, bernilai negatif untuk lensaconcave
dan persamaan magnifikasi lensa:
Kanta cekung
Pada kanta cekung, sinar yang merambat akan dibiaskan menjauhi sumbu optis kanta dengan proyeksi imajiner sinar menuju ke satu titik, seperti pada gambar.
Kanta meniskus
Kanta meniskus (en:meniscus lens, ophthalmic lens) atau kanta cembung cekung, dapat berupa kanta positif atau negatif yang bergantung pada radius speris kedua bidang antarmuka. Pada nilai radius speris yang sama besar, sinar yang merambat tidak akan dibiaskan. Kanta meniskus positif akan membiaskan sinar seperti kanta cembung, kanta ini mempunyai bidang antarmuka cembung dengan radius speris yang lebih kecil. Sebaliknya kanta meniskus negatif mempunyai bidang antarmuka cekung dengan radius speris yang lebih kecil.
Kanta tipis
Kanta tipis (en:thin lens) adalah sebuah kanta dengan ketebalan yang sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai jarak fokusnya.
Kanta asperis
Kanta asperis (en:aspheric lens, asphere) yang mempunyai bidang antarmuka dengan kelengkungan bidang yang bukan merupakan bidang permukaan bola. Sebuah kanta asperis dapat mengurangi aberasi speris atau aberasi optis lainnya, atau menggantikan kinerja beberapa jajaran kanta.
Kanta aksikon
Kanta aksikon (en:axicon lens) adalah kanta dengan bidang antarmuka berbentuk kerucut. Kanta aksikon akan memproyeksikan sebuah titik menjadi garis sepanjang sumbu optis, dan mengubah sinar laser menjadi bentuk cincin.[2] Kanta ini dapat dipergunakan untuk mengubah sorot Gauss menjadi seperti sorot Bessel dengan efek difraksi yang sangat kecil.[3][4]
Kanta Fresnel
Kanta Fresnel adalah sebuah kanta yang dikembangkan oleh seorang fisikawan berkebangsaan Perancis, Augustin Jean Fresnel untuk aplikasi pada mercusuar. Konstruksi kanta didesain dengan panjang fokus yang pendek, jarak fokus tak terhingga dan tebal kanta yang sangat tipis jika dibandingkan dengan kanta konvensional, agar dapat melewatkan lebih banyak cahaya sehingga lampu mercusuar dapat terlihat dari jarak yang lebih jauh.
Menurut majalah Smithsonian, kanta Fresnel yang pertama digunakan pada tahun 1823 pada mercusuar Cordouan di tanjung muara Gironde, sinar cahaya yang dipancarkan mampu terlihat dari jarak 20 mil (32 km).[5] Seorang fisikawan Skotlandia, Sir David Brewster, memperkenalkan kanta ini untuk digunakan pada seluruh mercusuar di daratan Inggris.[6][7]
Sebelum kanta Fresnel ditemukan, ide untuk membuat kanta yang lebih tipis dan ringan yang tersusun dari beberapa bagian terpisah dalam sebuah bingkai, sering disebut sebagai ide dari Georges Louis Leclerc dan Comte de Buffon.[8] Fresnel menyempurnakan penyusunan kanta-kanta konsentrik tersebut berdasarkan perhitungan zona Fresnel.
Kanta Fresnel terbagi menjadi 6 kategori berdasarkan panjang fokusnya. Kategori yang pertama merupakan kanta yang terbesar dengan panjang fokus 920 mm (36 inci). Kategori yang terakhir dengan kanta terkecil mempunyai panjang fokus 150 mm (5,9 inci).[9][10][11] Pengembangan kanta Fresnel lebih lanjut menambahkan dua kategori kanta yang baru yaitu kanta Fresnel mesoradial dan hyper radial.
Kanta fotokromik
Kanta fotokromik (en:photochromic lens) adalah kanta yang menjadi gelap saat terpajan sinar ultraviolet. Kanta perlahan kembali menjadi jernih seiring sirnanya pajanan sinar UV tersebut.
Kanta silindris
Kanta silindris adalah sebuah kanta yang membiaskan sinar cahaya yang merambat melalui mediumnya hingga terfokus pada sebuah garis, bukan pada sebuah titik seperti pada umumnya kanta cembung.
Kanta komposit
Kanta komposit adalah jajaran beberapa kanta yang disusun sedemikian rupa untuk memberikan efek sinar cahaya tertentu. Kanta komposit dapat terdiri dari dua buah kanta tunggal atau lebih.
Kanta doublet
Kanta doublet adalah sebuah istilah yang digunakan pada bidang optika untuk menjelaskan sebuah kanta komposit yang terdiri dari dua buah kanta sederhana dengan berbagai macam kombinasinya. Kanta doublet yang paling umum adalah kanta doublet akromatika yang dapat meredam aberasi kromatika
dengan sangat optimal.
Kanta Barlow
Kanta Barlow adalah sebuah kanta komposit yang ditemukan oleh seorang insinyur berkebangsaan Inggris bernama Peter Barlow yang digunakan untuk meningkatkan bukaan suatu sistem optika. Kanta Barlow biasa diletakkan persis sebelum jendela bidik (en:viewfinder) untuk meningkatkan jarak fokus
jendela bidik.
Kanta Cooke triplet
Kanta Cooke triplet adalah kanta komposit yang dipatenkan oleh Dennis Taylor, seorang insinyur yang bekerja pada perusahaan Cooke of York pada tahun 1893. Kanta Cooke triplet adalah kanta komposit pertama yang berhasil meminimumkan aberasi optis.
Kanta Dialyt
Kanta Dialyt adalah sebuah kanta komposit yang terdiri dari empat buah kanta tunggal yang didesain untuk meredam berbagai macam aberasi optis. Sebuah kanta komposit serupa dikembangkan oleh Taylor Hobson dari desain kanta Cooke triplet dan kemudian disebut kanta Aviar. Sedangkan kanta Celor
adalah desain kanta Dialyt yang telah mengalami penyempurnaan.
Hukum Ohm
Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt, dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.

Posting Komentar
Silahkan beri komentar!!!!